Kamis, 08 Oktober 2015

Ternyata Aku Adalah Manusia

Aku, ya kata ganti yang menunjukkan kepada si pengucap, kata ganti orang pertama.
Dahulu waktu kecil aku gambarkan diriku sebagai seorang yang hebat, kuat, dan seakan aku hidup terus, bisa mengalami disemua zaman.
Aku gambarkan diriku dahulu sebagai seorang yang bisa bersenang senang, karena ada yang menanggung aku, ibuku, ayahku serta keluargaku yang kaya, maupun ada yang suka memberi makanan ringan keaku.
Sepulang dari mengaji di musolla aku mampir ke pak dhe aku, walaupun hanya mampir, tetapi mesti aku diberi olehnya jajan pentol setengah plastik dengan saus tomat, seakan semuanya gratis terus sampai nanti.
Dia, selalu senang menawarkan makanannya keorang lain, teringat oleh ku setiap mampir selain diberikan jajan pentol, juga aku ditawari untuk makan dengan lauk suwi-wi (sayap ikan), teringat sampai saat ini.
Hidupku senang waktu kecil, hanya tinggal menangis, aku sudah dapat bantuan seakan-akan orang tua disisiku adalah body guardku, hanya dengan merengek aku sudah mendapatkan yang aku inginkan.
Pada saat sekolah MI aku tidak tahu buat apa aku diajarkan sholat, buat apa untuk susah-susah menghafalkan teks dalam buku bahasa arab, buat apa aku menghafal jus ama. toh aku sudah bahagia bisa bermain dengan sebayaku.
Walaupun aku sering dijahili teman sebanyaku, aku tinggal mengadu pada ibu ku, dan ahirnya yang menjahili aku akan ditegor dan dimarahi. seenak itu aku dahulu.
Banyak yang usil padaku, dan bahkan pada tahapannya, MI (sederajat SD) aku dijahili sama teman yang berinisial ar pada saat kelas 4, dan pi kelas 6.
ketika menginjak MTs (sedrjat SMP), aku dijahili oleh kk pada kelas 3, dan menginjak MAI (sederajat SMA) dijaili hn pada kelas 4. Terakhir kuliah, walaupun dia tidak usil secara langsung, namun dia usil dengan banyak hutang yang sampai sekarang blm terbayar ia adalah ro. walaupun aku dijahili setiap zamannya, dan ketika bekerja ai yang sering mengejek dan mencaci aku padahal dia bukan bos, atau diatas aku.
Dengan ayahku yang cukup punya, beberapa permintaanku terkabulkan, aku dibelikan sepedah kayuh baru, dibelikan tamia (mobil-mobilan balap), dibelikan gameboot, aku merasa senang waktu itu.
Terdapat nenek tetangga (yh) sering kerumahku memijiti aku sampai enak dan tertidur.
Terdapat kakek sebagai target usilanku SD.
Terdapat kakak yang sering belikan aku makanan enak.
Terdapat ibuku yang sering aku mintai uang jajan, tempat mengadu, tempat menagis.
Terdapat bapakku yang sering bercerita, menantang aku, mengejek aku (untuk lebih kuat, dan cerdas, tangkas)
Terdapat keluarga aku yang seakan-akan mengayomi aku.
Yang kubutuhkan dahulu adalah bermain.

Namun, semua kenyamanan dan itu adalah sementara, dan anggapan aku salah.

mereka yang telah memberi aku keamanan dan keenakan, satu persatu meninggalkan dunia. dan yang lainnya telah tua dan berkurang kemampuannya.
kakekku sebagai temanku jalan-jalan kebelakang rumah, telah tiada.
nenek tetangga yang sering memijit dan menemaniku waktu itu, juga telah tiada.
kakakku telah berkurang memberi, karena sudah punya istri dan kesetiannya ke istri, memang benar seperti itu dan aku menyadari tanpa rasa iri dihati.
pak dhe yang dulu memberi jajan juga telah tiada.
pak lik yang mempersilakan untuk tidur dirumahnya wktu latihan kerja juga telah tiada.
bapakku sekarang kesehatannya berkurang, namun masih eksis dengan usahanya.
namun aku malu, hingga saat ini masih menggantungkan ke ibuku.

bersambung......










Rabu, 07 Oktober 2015

SEKILAS CATER (BACAMETER)

Alat untuk mengukur suatu penggunaan pada umumnya disebut dengan meteran. Alat ukur/meteran pada perkembangannya terdiri dari dua jenis yaitu konvensional dan digital. Meter konvensional biasanya membutuhkan pengamat/orang untuk menentukan nilai ukuran, sedangkan meter digital akan langsung menampilkan hasil ukuran berupa angka atau data. Dewasa ini meteran digital penyajian datanya tidak hanya dapat tampil di display saja, namun juga dapat berkomunukasi dan billing (menghitung) secara langsung oleh server komputer. User akan dapat melihat data report perbulan secara langsung melalui akses internet.
Membahas meter konvensional, meteran konvensional yang masih tersisa di indonesia saat ini yakni seperti meter PLN pasca bayar atau sering orang menyebutnya dengan listrik biasa / reguler. Meteran konvensional lain yang lain adalah meter debit air PDAM, dan meteran gas.
http://w27.indonetwork.co.id/pdimage/28/4850828_gasmeterbeta.jpg
Meter Gas. Gb. 3

http://beritabrantas.com/wp-content/uploads/2015/09/kwh1.jpg
Meter Listrik Pascabayar. Gb.1 

http://www.timlo.net/wp-content/uploads/2013/09/meteran-PDAM.jpg
Meter Air Gb.2
Petugas baca meter tiap bulan akan mendatangi pelanggan untuk mencatat stand (angka) meter terakhir sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh perusahaan penyedia. Pembaca meter pada biasanya akan memfoto stand meter dan kemudian akan digunakan sebagai bukti bahwa pencatatan meter adalah benar.
Kendala petugas baca meter ketika di lapangan yang sering ditemui diantaranya sebagai berikut:
  • Rumah Tutup
Merupakan keadaan rumah yang berpintu pagar/gerbang/rumah dalam keadaan tertutup. Keadaan ini akan menjadi tidak berlaku ketika petugas mendapatkan angka stand dan stand terdokumentasi walaupun rumah tutup (yang terpenting petugas mendapatkan data dan terdokumentasi standnya). Keadaan rumah tutup (stand tidak terbaca) akan mengganggu kevalidan data yang didapat, korektor biasanya akan merata-rata hasil baca terhadap pembacaan bulan-bulan sebelumnya. Inilah yang menyebabkan terkadang tagihan perbulan menjadi sama, dan ketika petugas bisa mendapatkan data stand meter pelanggan, maka tagihan pada bulan berikutnnya akan melonjak atau bisa jadi menjadi turun drastis.
Contoh, kasus dalam baca meter :
Bulan januari tanggal 15, suatu stand meter berhasil dibaca oleh petugas sebesar: 10 kwh, maka akan menjadi tagihan pada bulan februari  yang harus dibayarkan : Rp. 10.000,- (mis. perkwh: Rp. 1000,- tanpa pajak).
Bulan februari tanggal 15, petugas akan kembali membaca, namun bulan ini petugas tidak mendapatkan angka stand karena rumah dalam keadaan tertutup dan stand tidak memungkinkan untuk dilihat. Korektor data akan merata-rata kwh terhadap bulan lalu sebagai usaha terakhir ketika petugas sudah tidak memungkinkan untuk mengulangi pembacaan. Sehingga akan dirata-rata menjadi : 10 kwh, padahal aslinya pelanggan menghabiskan 30 kwh, maka pada bulan maret tagihan tetap Rp. 10.000,-.
Bulan maret tanggal 15, petugas membaca meter lagi, namun pada bulan ini penghuni rumah membukakan pintu sehingga stand dapat dibaca, dengan angka stand yang dihabiskan 30 kwh. Korektor akan menambahkan kekurangan kwh bulan lalu (februari) dengan kwh bulan maret, sehingga sisa kwh februari + kwh maret. 20 kwh + 30 kwh = 50 kwh, akan melonjak menjadi Rp. 50.000,-.
Kasus itulah yang menyebabkan pelanggan menjadi kaget dengan tagihan yang harus dibayarkan melonjak 5x dari biasanya, padahal memang penggunaan kwh pelanggan melonjak pada bulan februari.
Sebaliknya, seperti ini:
- januari : 10 kwh sukses terbaca, (Rp. 10.000,-)
- februari : 10 kwh dirata-rata, tidak sukses terbaca, padahal aslinya 2kwh. (pelanggan mudik, mis.) (Rp. 10.000,-)
- maret : 9 kwh sukses terbaca.
maka maret akan menjadi : 2 kwh asli - 10 kwh rata2 + 9 kwh maret = 1kwh yang ditagihkan (Rp. 1000,-)



ref.___
gb1. http://beritabrantas.com/wp-content/uploads/2015/09/kwh1.jpg
gb2. http://www.timlo.net/wp-content/uploads/2013/09/meteran-PDAM.jpg
gb3. ://w27.indonetwork.co.id/pdimage/28/4850828_gasmeterbeta.jpg


Selasa, 06 Oktober 2015

MASIH DINGIN


Malang, 07 Oktober 2015. Pagi buta jam 03:00 WIB aku bangun dari tidur untuk menunaikan sholat isya' yang lupa aku kerjakan, bahkan aku sengaja melakukannya pada waktu pagi buta itu untuk bisa digabung dengan sholat tahajud. Melihat rembulan yang sangat tipis seakan-akan seperti sabit/arit yang digunakan untuk carok di madura.
Pagi itu sangat damai, aku terbangun karena suara televisi yang sengaja aku tinggalkan menyala. Orang umum berkata "tivinya melihat orang" bukan orangnya yang melihat televisi. Pagi ini terfikir, alangkah kangennya aku dengan suara gemericik diatas genting, petir yang menyeruak "dar, der, dor". Terlalu lama di malang belum mendapatkan curahan rahmat berupa kenikmatan hujan. Aku kangen dengan air yang membasahi lingkunganku, seakan debu-debu tidak lagi berterbangan dan hidungpun tidak dipenuhi dengan kotoran debu "upil".
Memang menurut salah satu sumber seperti BMKG menyatakan bahwa indonesia akan lama menerima hujan, diperkiraan oktober ini kondisi kemarau akan berkurang. Penyebab utama adalah karena kondisi elnino dimana terjadi kenaikan suhu di permukaan laut di Pasifik tengah mencapai 2,2 derajat selsius.A. Ini menyebabkan tubuh kedinginan ketika bangun pagi dari tidur di bumi arema ini. Berbeda dengan ketik aku mbolang ke jakarta, mau tidur dan bangun tidur masih saja kepanasan.
http://sentananews.com/media/news/i/2015/07/07/debu_jalan.655x330.JPG
Jalanan berdebu. Gb.1
http://kfk.kompas.com/image/preview/aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMzAwMjUxNTEyX3UwYmQ2M0RmLmpwZw%3D%3D.jpg
Caping gunung gbr.2

Lamanya kemarau ini mengingatkanku pada waktu kecil kira-kira berumur 12 Tahun, waktu itu perayaan kemerdekaan indonesia 17 agustus, di desa talun kec. sumberrejo bojonegoro dirayakan salah satunya dengan tegak jalan yang melewati jalan raya depan rumahku. Waktu itu anak-anak yang lebih tua dari aku berjalan tegap  menuju lapangan sumberrejo dengan memakai tutp kepala caping gunung, mulai berlari karena hujan mengguyur lumayan deras. Perasaan waktu itu pikiran merasa tenang nyaman tidak ada masalah apapun, mungkin juga karena masih kecil tidak banyak memiliki beban dan tanggungan. Bebas melakukan apapun, walau terkadang terkena marah orang tua.




Ref____
A. http://www.rmol.co/read/2015/09/14/217198/Andi-Eka-Sakya:-Kemarau-Lebih-Panjang-Karena-Elnino,-Diperkirakan-November-Mulai-Hujan- 
Gb.1. http://sentananews.com/media/news/i/2015/07/07/debu_jalan.655x330.JPG
Gb.2.http://kfk.kompas.com/image/preview/aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMzAwMjUxNTEyX3UwYmQ2M0RmLmpwZw%3D%3D.jpg